Mencatat penggunaan persediaan dari gudang ke kitchen

Gudang ke kitchen ??? apa maksudnya ???

Mungkin Anda sedikit bingung membaca judul diatas…

Baiklah, sebelum kita membahas lebih jauh, terlebih dahulu saya akan sedikit memberikan gambaran mengenai mekanisme alur persediaan yang ada di sebuah bisnis hotel.

Seperti kita ketahui, selain menyewakan kamar, biasanya sebuah bisnis hotel juga terdapat restoran atau rumah makan yang menyediakan berbagai menu untuk para tamu hotel, baik itu yang di hidangkan di restoran, maupun yang di pesan melalui room service.

Makanan yang di sajikan di restoran tersebut , tentunya akan di masak terlebih dahulu di dapur (kitchen), nah dari sinilah persedian di butuhkan untuk membuat sebuah menu makanan. Artinya di dalam kitchen harus sudah ada persediaan yang selalu tersedia untuk siap di buat masakan. Untuk itu maka di dalam kitchen bisa di asumsikan sebagai sebuah gudang sementara sebelum persediaan itu di masak. Semisal kita sebut gudang ini sebagai gudang 1 (satu) atau gudang dapur

Kemudian , seperti sudah saya sampaikan pada postingan sebelumnya mengenai bagian-bagian yang ada di back office, tentunya Anda masih ingat tentang bagian Purchashing (Pembelian). Nah, menurut Anda, saat terjadi purchasing , apakah persediaan yang di beli langsung di taruh di dapur (kitchen)? Tentu tidak kan. Karena jika di taruh di kitchen tentu saja akan sangat ribet, lagi pula barang-barang yang di beli tidak semua untuk keperluan dapur, akan tetapi bisa juga untuk keperluan kamar (House Keeping).

Pembelian persediaan yang di lakukan oleh bagian purchasing akan di masukkan ke dalam sebuah gudang tersendiri, di sini kita namakan gudang utama (Main Store)

Nah sekarang kita mempunyai dua gudang yaitu

  • Gudang utama dan
  • Gudang dapur ( atau nanti kita sebut Kitchen saja)

Setelah Anda paham akan maksud dari dua gudang ini, sekarang saya akan menjelaskan mengenai posisi persediaan yang ada di masing –masing gudang di dalam kaitanya dengan laporan neraca.

Persediaan di gudang utama di dalam laporan neraca masuk dalam kategori aktiva (harta) sedangkan gudang dapur tidak di akui di dalam neraca, karena barang, barang yang sudah ada di dapur sudah di anggap sebagai biaya, oleh karena itu persediaan yang di dapur , tidak boleh terlalu banyak, karena akan terlihat biaya yang sangat besar.

Akan tetapi sebenarnya meskipun persediaan di dapur bannyak, kita bisa saja membaliknya lagi di dalam laporan neraca sebagai persediaan lagi dengan cara sebagai berikut, saat akan membuat laporan neraca, kita melakukan stock opname pada persediaan yang ada di gudang dapur, kemudaian hasil nilai yang kita dapat, kita balik lagi menjadi persediaan dengan jurnal sebagai berikut

Persediaan     xxxx

Biaya                      xxxx

Sehingga persediaan nya bertambah dan biayanya berkurang

Baca lebih lanjut

Mengenal Cash Basis dan Accruel Basis

Tahukah Anda maksud dari Cash Basis dan Accruel Basis ?.

Jika Anda seorang staff accounting sebuah hotel, lebih lebih jika Anda seorang chief accounting (CA), sebaiknya (dan mungkin seharusnya) Anda mengetahui maksud dari Cash Basis dan Accruel Basis ini , karena istilah ini sangatlah lekat dengan metode perhitungan pencatatan akuntansi di bisnis hotel

Secara bahasa sederhananya istilah ini adalah sebagai berikut :

Cash Basis : pendapatan atau biaya yang pengakuannya dilakukan saat terjadi pengeluaran atau pemasukan kas, sedangkan

Accruel Basis : Pendapatan atau biaya yang pengakuannya dilakukan saat transaksi itu terjadi, meskipun belum menerima atau mengeluarkan kas

Kita ambil contoh adalah cara membukukan pendapatan kamar Misal Mr John menginap selama 3 malam di hotel kita yaitu mulai tanggal 3 sampai dengan tanggal 6. dimana pembayaran biasanya di lakukan pada saat dia meninggalkan hotel (Check Out) Baca lebih lanjut

Penerapan Komputerisasi Akuntansi pada Bisnis Hotel

Secara umum, komputerisasi yang dilakukan di dalam sebuah bisnis hotel terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu

FRONT OFFICE

yaitu komputerisasi yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan misalnya mulai dari Reservasi, Registrasi (pendataan tamu check in), Kasir (Penerimaan pembayaran) dan  Managemen Status Kamar (House keeping). Dan yang kedua adalah

BACK OFFICE

Komputerisasi Back Office meliputi, Pencatatan Pendapatan dari hasil sewa kamar, pencatatan Piutang kepada Travel Agen atau perusahaan lain, Management persediaan, baik persediaan untuk keperluan kamar, maupun persediaan untuk keperluan restoran, Pemesanan dan penerimaan barang persediaan, Hutang kepada pemasok,Pencataan keluar masuk kas dan biaya-biaya optional (gaji karyawan dll)  dan tentu saja pembuatan laporan keuangan yang meliputi laporan rugi laba dan neraca.

Baca lebih lanjut